Al, dan Aya pergi menjemput ibu Al di bandara, dengan memakai mobil yang biasa dipakai Rara. Di dalam perjalanan ke bandara. "Saya tahu, anda berbohong dengan alasan anda melamar saya. Anda tidak jatuh cinta pada saya. Pernikahan ini hanya agar ibu bisa dekat dengan Ami. Saya benar iya'kan?" Aya menoleh untuk melihat ekspresi Al. Al tersenyum. "Kamu ternyata hebat, tidak lugu seperti yang aku pikir." "Anda pasti berpikir kalau orang kampung itu bodoh ya. Ck, dasar sombong, arogan! Banyak orang kampung lebih pintar dari anda, Om Arogan!" cibir Aya. Al tertawa. "Begitu sayangnya kamu dengan aku, sampai aku dapat panggilan kesayangan," ejek Al. "Ih, siapa yang sayang dengan anda. Ingat ya, pernikahan ini bukan atas dasar cinta. Jadi tidak perlu anda mengaku cinta, apa lagi sampai meny

