Waktu satu bulan sudah lewat, lamaran sudah dilakukan, dilanjutkan dengan akad nikah, dan beantar jujuran. Ada sebagian orang yang beantaran dulu baru menikah, ada juga yang menikah dulu seperti Aya. Keluarga Ramadhan tidak mengundang keluarga di Jakarta, karena kondisi Arka yang tidak begitu sehat lagi, efek usia senja. Hanya Revan sekeluarga plus Aay yang pulang. Pernikahan benar-benar dilakukan dengan sederhana. Hanya mengundang orang satu kampung saja. Al duduk di atas lantai yang tertutup karpet tebal. Di hadapannya ada Razzi yang akan langsung menikahkan mereka. Ada petugas KUA, ada Pak RT, Pak RW, Wira, dan Aska. Sebagai saksi, Revano, dan salah satu ustaz di kampung mereka. Ibu Al duduk bersama Bi Bayah, Asifa, Ziah, Asma, Asila, dan putrinya, Ella. Sedang Rara, dan Vanda, menema

