Acara aqiqah dilaksanakan di rumah keluarga Ramadhan. Revan, dan Asila datang dari Jakarta. Mereka sangat ingin membawa Asma tinggal di Jakarta, namun mereka sadar, di kampung adalah tempat ternyaman bagi ammanya. Aay ikut pulang juga. Setelah acara aqiqah selesai. Seluruh keluarga duduk santai di lantai ruang tamu. Mereka terbagi dalam dua grub. Grub orang tua, dan grub para pemuda. "Ayo tebak, siapa nanti di antara keempat lelaki muda ini, yang lebih dulu menikah?" Empat lelaki yang dimaksud Revan adalah Anak Rara, Aay, 20 tahun. Aan, 16 tahun. Anak Vanda, Ardan, 19 tahun. Andra, 13 tahun. "Aku dong!" Aan mengacungkan telunjuknya ke atas. "Ck, kamu itu lebih muda dari Bang Aay, dan Bang Ardan, An!" Revan tertawa pelan. "Jangan salah, Kai. Meski bisa dikata paling muda, aku pal
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


