“Saya sudah mengajukan pengunduran diri.” Lina menatap Rara sekilas sebelum kembali menunduk dan memainkan sendoknya. Mereka berdua sedang berada di sebuah restoran siang hari ini. Lina segera memberi tahu Rara tentang perkembangan kondisinya, berharap Rara tidak akan membawa Brian jauh dari kota ini. Rara mengangguk kecil sebagai jawaban. Matanya menatap Lina dalam-dalam, penuh penilaian. “Aku tahu kamu tidak akan melakukan sesuatu yang merugikan.” Rara tersenyum puas. “Tapi, Nyonya. Boleh saya meminta sesuatu?” “Katakan saja!” “Saya masih ingin bisa melihat Brian meskipun dari kejauhan. Tolong ijinkan saya melakukannya. Dia… Bagaimanapun, dia adalah anakku. Aku mengandungnya selama sembilan bulan. Aku sudah tidak memiliki siapapun lagi. Ayah ibuku meninggal. Aku hanya punya Brian.