Mandul-6

1322 Kata

Pagi itu rumah keluarga Aryayamto Surbakti tampak lebih hidup dari biasanya. Deretan mobil dan motor memenuhi halaman dan sisi jalan kecil kompleks perumahan. Suara-suara tawa dan obrolan ibu-ibu berbaur dengan denting sendok di gelas teh manis yang baru saja disuguhkan oleh para ibu-ibu anggota arisan lainnya. Ruangan tamu dipenuhi aroma parfum mahal dan kue-kue kering yang disusun rapi di atas piring saji. Beberapa ibu duduk membentuk lingkaran, dengan wajah cerah dan mata yang menyapu ke sana kemari, mencari topik hangat untuk dibahas. "Bunda, rumahnya makin cantik aja nih, setiap arisan kayak masuk rumah baru!" "Iya lho, ini vas bunga ganti lagi ya, Bun? Pasti impor nih!" Bu Erna tersenyum anggun, mengenakan daster satin berwarna krem dan perhiasan sederhana tapi berkelas. Ia berd

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN