Minggu pagi, Zahra memutuskan ikut kegiatan CFD. Biasanya ia pergi bersama rombongan ibu-ibu kompleks tetangga orang tuanya. Namun kali ini ia memilih berjalan sendiri. Ia ingin menikmati pagi tanpa suara, tanpa basa-basi, tanpa ada yang mengawasinya. Ada kerinduan yang muncul. Kerinduan pada dirinya yang dulu. Saat kuliah, ia sering datang ke CFD sendirian, menyusuri jalan panjang di tengah keramaian sambil mendengarkan musik, merasa bebas meski menjadi “orang asing” di antara banyak orang. Zahra berhenti di dekat penjual minuman lemon. Aroma asam-manisnya mengingatkan pada masa ketika ia masih kuliah: bangun pagi, naik angkot, turun di CFD, lalu berjalan tanpa tujuan. Tidak ada mertua yang menuntut, tidak ada suami yang diam-diam menjauh, tidak ada pertanyaan soal “kapan punya anak”. D
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


