Begitu sampai di rumah orang tuanya, Zahra langsung pecah dalam tangis bahkan sebelum melepas sepatu. Ibunya, Bu Wiwi, terkejut hingga menjatuhkan gelas teh dan segera memeluknya. Zahra tersedu hebat, dadanya sesak oleh rasa lelah dan kecewa. “Aku capek, Bu…” “Masih tentang Bu Erna?” Zahra mengangguk, merasa selalu disalahkan. Bu Wiwi menenangkan sambil memeluk erat. Ia tahu betul luka anaknya, namun tetap mencoba bijak. “Kalau dia terus menyakiti kamu, kamu selalu punya rumah untuk pulang.” Setelah agak tenang, Zahra akhirnya bercerita. “Bu… beberapa hari lalu aku ketemu Mas Gilang. Tiga kali.” Bu Wiwi tertegun. Gilang adalah sosok masa lalu yang dulu sangat dekat dengan Zahra. “Dia… sudah bercerai. Jadi ojek online sekarang.” Bu Wiwi terdiam lama. Tak menyangka hidup Gilang berbel

