Bab.91 Gudang Dan Taruhan Konyol

2222 Kata

Sepanjang perjalanan Cello terus saja celingukan melihat keadaan di luar sana yang sepertinya makin jauh menuju pinggiran kota. Sumpah, dia pikir gudang yang mereka akan datangi itu masih di sekitaran kota. Tidak tahunya sudah setengah jam lebih perjalanan mereka masih belum juga sampai. Sekarang malah mobil yang dikemudikan Hera makin masuk ke daerah tak berpenghuni. Sejauh mata memandang hanya gelap yang terlihat. “Yakin, kalian tidak kesasar kan? Kenapa malah blusukan ke daerahnya Mbak Kunti? Kalian mau ke gudang atau ke rumah hantu?” gerutunya dengan muka was-was, khawatir Hera salah jalan. Sayangnya mereka malah cekikikan menatapnya geli. “Lho, kan memang gudangnya kunti! Lihat saja nanti pasti banyak yang lagi ngerumpi di pojokan!” goda Jingga “Haish! Dikira aku penganut aliran pa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN