Bab.90 Pamit

1428 Kata

Entah sudah berapa jauh Shera berjalan dan terus berjalan menyusuri lorong panjang yang seolah tanpa ujung itu. Yang ada di benaknya hanya satu, mencari keberadaan suaminya. Namun, kenapa sesulit ini? Langkahnya terasa berat. Seolah ada yang nggondeli kedua kakinya. “Mas Darin ….” Shera berteriak memanggil keras. Menoleh menatap ke sekeliling berharap dapat menemukan suaminya, namun tetap saja hanya gelap yang terlihat. Nyaris putus asa, dia berdiri mematung dengan mata memburam panas. Kembali atau meneruskan langkah sama-sama hanya lorong tak berujung yang terlihat disini. “Kenapa pada akhirnya aku selalu ditinggal sendirian. Aku lelah, Ya Allah. Ingin pulang, tapi kenapa tidak menemukan jalan? Mas Darin, kamu bukannya sudah janji mau jadi rumahku?! Kenapa saat hujan badai justru mengh

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN