Bab.112 Kamu Dan Kenangan

1719 Kata

Masih dengan membawa sakit yang sama, Shera kembali mengunjungi makam suaminya. Apalagi dengan mengajak Ganesh yang sejak berangkat dari rumah sudah menunjukkan wajah muramnya. Iya, sampai kapanpun rasanya mereka akan tetap sulit untuk ikhlas melepas. Namun, apalah daya takdir memaksa memang harus seperti itulah kematian memisahkan mereka. Meletakkan karangan bunga, Shera diam mematung melihat tangis anaknya yang kemudian pecah memeluk pusara papanya. Setelah mentalnya sempat down dan menolak percaya kematian papanya, Ganesh akhirnya hanya bisa pasrah menerima kalau papa kesayangannya sudah tidur tenang disana. “Mas, aku menepati janji membawa anak kita datang menjengukmu. Maaf membuatmu menunggu lama bertemu Nesh, karena selama ini dia masih belum mampu menerima kepergianmu,” gumam Sher

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN