Helaan napas keluar dari sela bibir Kiran. Sejak beberapa menit yang lalu, perempuan itu masih setia berdiam diri di dalam mobil dan enggan untuk keluar. Entahlah. Perasaan Kiran sedang tidak baik-baik saja. Dia terlalu takut menghadapi teman-teman yang sudah pasti akan mempertanyakan tentang apa yang sudah terjadi padanya. Pendarahan akibat masalah kehamilan. Oh, Tuhan. Apa yang akan mereka pikir tentangnya nanti. Wanita itu refleks menoleh ke samping ketika merasa genggaman tangan hangat Elang melingkupi tangannya. "Sampai kapan mau di sini?" tanya Elang semakin tidak sabar karena Kiran tak juga mau keluar. Padahal sejak beberapa hari lalu ketika istrinya itu keluar dari rumah sakit, Elang sudah menawarkan beberapa opsi pada sang istri. Salah satu opsi yang Elang tawarkan adalah memint

