"Makan dulu. Baru dilanjut lagi nanti," tegur Kiran ketika malam ini dia menghampiri Elang yang duduk di atas karpet depan televisi. Jangan lupakan sebuah laptop yang menyala. Kiran sendiri memilih menjatuhkan tubuhnya di atas sofa lalu melongok menatap pada layar laptop ikut memperhatikan apa yang sedang Elang kerjakan. "Sebentar lagi selesai. Nanggung, Ki." "Istirahat dulu. Jangan bandel kenapa. Kalau sampai sakit kau sendiri yamg rugi nantinya." Elang tersenyum demi mendapat perhatian dari sang istri. Ia renggangkan kedua lengan lalu mendongak menatap Kiran. "Apa?!" Kiran melotot dengan tatapan suami berondongnya yang selalu saja tampak menyebalkan. Senyuman itu membuat hati Kiran tidak enak saja. "Cium dulu, please!" "Jangan aneh-aneh. Kau ini lama-lama tingkahmu jadi meresahkan.

