Sore hari Elang sudah kembali ke rumah. Wajah kusut dan tampak lelah. Bahkan ketika memasuki ruang keluarga, pemuda itu langsung menjatuhkan diri di atas sofa dengan mata terpejam. Rania yang mengetahui kehadiran putranya hanya geleng-geleng kepala lalu mendekat dan menoel lengan pemuda itu. Elang yang terkejut refleks membuka mata. Hanya sesaat karena begitu mamanya yang dia lihat, Elang kembali memejam. "Sebentar saja, Ma. Elang lelah sekali." "Ini hampir petang. Jangan tidur dulu. Sebaiknya kau mandi lalu makan. Baru pergi tidur." Rania memutuskan duduk di sofa lainnya begitu Elang bangun dan duduk dengan menyandar pada punggung sofa. "Iya, Ma." Jawaban singkat yang Elang berikan. Melihat wajah sayu juga muka kusam Elang, Rania jadi penasaran ke mana saja perginya sang putra seharian

