Ekstra Part.

785 Kata

Lima Tahun Kemudian. “Cahya!” Suara lembut tapi tegas dari seorang lelaki dewasa menggema di antara pepohonan taman kota. Gadis kecil berusia lima tahun itu, dengan langkah kecil yang lincah dan senyum lebar di wajahnya, berlari-lari riang, menikmati setiap momen di bawah sinar matahari. Rambutnya yang terurai bebas terayun-ayun mengikuti gerak tubuhnya yang penuh semangat, seakan dunia adalah tempat bermain yang tak ada habisnya. “Papah, ada es krim!” teriak Cahya, dengan mata bulatnya yang berbinar-binar penuh kegembiraan saat melihat gerobak es krim yang menarik perhatiannya. Jari kecilnya menunjuk ke arah tukang es krim yang tengah sibuk melayani pelanggan lain, namun bagi Cahya, hanya es krim itu yang menjadi fokus dunianya saat ini. “Tapi kamu belum makan, sayang,” ujar lelaki itu

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN