"Terima kasih karena sudah mengantar kami pulang, Pak," ucap Evelyn ketika mereka tiba di rumah Yohana. "Sama-sama. Sekarang kamu istirahat saja, besok 'kan kuliah pagi. Jangan sampai terlambat, atau saya terpaksa mencatat alpa pada absen kamu." Evelyn hanya mengerucutkan bibir saat mendengar ucapan Damian barusan. Menganggap jika sang dosen berlebihan. "Iya, Pak. Besok saya sampai kampus jam enam pagi," kata Evelyn dengan sarkas. Yohana yang melihat keduanya berinteraksi hanya dapat menggelengkan kepalanya, meskipun di sudut hati merasa bahagia melihat kebahagiaan Evelyn. Tiba-tiba saja Yohana teringat akan Albert, pria yang mungkin masih menjadi suaminya itu. Mengingat jika tidak pernah ada panggilan dari pengadilan negeri untuk proses perceraian mereka. "Bu Yohana. Saya pami

