"Bapak ... Bapak beneran mau saya cium di sini?" cicit Evelyn yang mencoba mempertahankan sisa-sisa keberaniannya, meski suaranya sedikit bergetar. Damian terkekeh rendah, sebuah suara yang terdengar sangat seksi di pendengaran Evelyn. "Kenapa tidak? Bukankah kita sedang 'berakting' jadi pasangan? Pelayan butik di belakang sana masih menonton kita, lho." Evelyn melirik sekilas ke arah meja kasir. Benar saja, dua orang pelayan butik tampak pura-pura sibuk. Namun, mata mereka sesekali mencuri pandang ke arah drama romantis di depan mereka. "Oke, oke! Bapak menang!" Evelyn dengan cepat melepaskan pelukannya dan mendorong pelan d**a Damian. Dia mundur dua langkah, wajahnya sudah semerah gaun yang dia pilih tadi. "Saya menyerah. Ternyata Bapak lebih ahli dalam urusan menggoda daripada say

