Twelve - Diva's Revenge

1007 Kata

Malam kian larut, dekap sunyi semakin menuntut. Hanya ada suara detik bergerak dari arah jam dinding yang terkadang diiringi helaan napas panjang dari seorang pria yang masih setia duduk di kursi kerjanya dengan tumpukan berkas di atas meja. Ia yang sejak tadi memang gelisah, kini kian merasa sia-sia saja mengamati deretan angka di kertas sedangkan pikirannya melanglang buana entah kemana. Jelas entah kemana karena saat ini ia sedang menekan kuat rasa bersalah dan khawatir terhadap keadaan wanita yang sudah hampir satu minggu tidak lagi muncul di hadapannya itu. Ya, sudah satu Minggu, dan rasa tak nyaman di hati Abbas masih senantiasa berkelana di d**a. Apalagi saat mendapat kabar dari Pedro bahwa wanita itu memaksa untuk pulang dengan taksi ke rumah orang tuanya. Seharusnya hal itu tak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN