Pagi datang menghampiri bersama mentari yang memancarkan sinarnya dari sela-sela gorden kamar Diva yang kini masih bergelung di dalam selimut tebalnya. Wanita itu baru tertidur beberapa jam yang lalu setelah meratapi nasib malang yang menimpanya hari ini. Ya, pertunangan yang dilakukan karena jebakan orang tuanya sendiri. Awalnya Diva pikir ini hanya undangan makan malam biasa seperti sebelumnya yang memang sudah memperkenalkan dirinya dan juga Danus Holta. Tapi nyatanya tadi malam Danus malah melamarnya di hadapan semua orang bertepatan dengan acara ulang tahun perusahaan keluarga pria itu. Diva yang kaget dan merasa linglung tak tahu harus berbuat apa. Hingga datanglah sang papa dan membisikkan ajaran sesat padanya hingga kepala Diva mengangguk begitu saja yang diasumsikan semua orang

