Diva berjalan mondar-mandir di ruang tunggu rumah sakit dengan jantung berdebar kencang serta raut khawatir yang terpancar nyata di wajahnya. Wanita itu masih menunggu para petugas medis menangani pria nekat yang tadi mendorongnya begitu keras ke tepi jalan hingga membuat tubuh pria itu sendiri yang menjadi sasaran mobil hitam yang melaju kencang ke arahnya itu. Hingga kini Diva masih belum mengetahui siapa pelaku yang berniat mencelakainya itu karena saat ini fokusnya hanya tertuju pada pria bodoh itu. Siapa lagi kalau bukan Abbas Angkasa yang ternyata diam-diam mengikutinya setelah perdebatan mereka di rumah pria itu. Kini pria itu masih tak sadarkan diri dan hal itu benar-benar membuat Diva cemas. Namun tak berselang lama, beberapa orang berpakaian serba putih keluar dari ruangan t

