Antara Beby dan Roland (END)

4531 Kata

"Kau bilang apa tadi?" tanya Roland, takut salah dengar. Beby tersenyum simpul. Ini adalah pertama kalinya ia berani untuk memulai nakal. Ia melihat Roland tersenyum sambil menunjuk bibirnya sendiri dengan jari telunjuk. Nah, baru saja ditantang, pria ini langsung menagih. Pria memang gercep kalau soal ciuman. Beby memajukan wajahnya, berhenti saat wajah keduanya sudah sangat dekat. Enggan. Terlebih tatapan Roland tampak nanar dan menagih. Pria itu menaikkan alis saat Beby tak kunjung bergerak. Detik berikutnya, Beby mendaratkan bibirnya ke bibir Roland. hanya satu detik saja lalu ia menarik mundur kepalanya. “Hei, begitu saja?” Roland menginginkan sesuatu yang lebih dari itu. Beby tersenyum saja. Ia kemudian membaringkan tubuhnya. “Aku masih merasakan nyeri yang luar biasa

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN