Boleh Cium?

1028 Kata

"Lalu dimana bayiku? Mana Alby?" ulang Beby dengan pandangan mencari-cari. Bersamaan dengan itu, pintu terbuka dan seorang perawat menyembul masuk, membawa bayi mungil dalam bedungan warna biru. Hanya wajah saja yang tampak. Bayi kecil itu tidur pulas. Perawat itu tersenyum. "Ini bayi Alby. Silakan jika mau disusui. Mungil sekali karena beratnya dua kilo saja. Secepatnya saja disusui sebab akan segera dikembalikan ke inkubator." Beby meraih bayinya dengan deraian air mata.  Tangannya gemetar saat memegang kepala dan mengelus bayi mungil itu.  tetes-tetes air mata bukan merupakan tangis kesedihan, rasa haru memenuhi ruang batinnya.  Ia tidak sanggup berkata-kata, cukup menatap wajah mungil itu saja, air matanya terus merembes. Ia mengawasi wajah bayinya, alisnya tebal, rambutnya juga te

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN