“Lalu…” Arah pandangan Beby tertuju ke Devan. Menyadari menjadi objek pandangan, Devan melangkah maju, mendekati Beby. tangannya terangkat dan menyentuh pundak menantunya itu. “Beby, maafkan Dady jika selama ini bersikap kurang menyenangkan. Dady mengaku salah, bahkan Dady justru meminta Roland supaya kembali dekat dengan Stella karena berharap keinginan Dady untuk memiliki menantu seperti gadis itu benar-benar terwujud,” ucap Devan dengan sorot mata penuh penyesalan. “Di mata Dady, Stella adlah gadis sempurna yang pantas mendampingi Roland. Tapi semua itu adalah penilaian yang salah besar. Justru Stella tidak pantas menjadi pendamping hidup Roland. kau lah satu-satunya wanita yang sudah seharusnya mendampingi Roland.” elusan hangat tangan Devan menjalar di pundak Beby. Elusan ka

