“Dimana chef Andi?” Tanya Roland pada pelayan. Tukang masak tidak kelihatan di dapur. “Chef Andi ijin sebentar. Besok pagi akan kembali. Anaknya sakit,” jawab salah seorang pelayan yang berdiri di dekat Roland. “Sial! Ini benar- benar konyol. Well, tenang, Roland. Sepertinya kau harus melakukan sesuatu." Roland merutuk kesal. Ia kemudian merogoh ponsel, menelepon dengan suara kecil. Lalu ia berbisik pada salah seorang pelayan, memerintah pelayan itu keluar. Pelayan mengangguk, mematuhi perintah, meninggalkan ruangan. Oke, Roland hanya perlu menunggu semuanya berjalan dengan baik. Lalu dengan berbagai ide yang berkeliaran, Roland mulai berdiri di balik kompor. “Kumpulkan tujuh pelayan kemari!” titah Roland pada pelayan yang tertinggal di sana. Pelayan mengangguk, meninggalkan d

