Sebuah Ancaman

1501 Kata

Tok tok… Pintu kamar di ketuk.   “Masuk!” seru Beby. Pintu terbuka. “Haloo… Beby!”  Yona menyembul masuk dengan senyum lebar.  Ia menghambur dan memeluk Beby. “Hari ini aku mendapat kemudahan memasuki rumah ini.  Si pentol korek itu tidak ada di rumah.” “Pentol korek?  Siapa maksudmu?” “Kenzo.  Siapa lagi?” Beby geleng kepala.  Yona dan Kenzo memang sudah seperti kucing dan tikus, berantem terus kalau ketemu. “Hanya saja, security yang berjaga di gerbang selalu saja mencari masalah denganku.  Haruskah aku selalu berdebat dengannya setiap kali aku masuk ke rumah ini?” Yona kesal membayangkan kelakuan pengawal yang bertugas di pos penjagaan.  “Ya sudahlah, kita tidak perlu membahas itu.  ayo, kita ke dokter.” “Ke dokter?”  Beby heran. “Hari ini kan jadwal kontrol kandungan mu?” “Ya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN