Marvel menghampiri Beby, berdiri di sisi gadis itu. “Hai, comel! Aku tidak menyangka kita akan berjodoh. Sejak awal aku juga sudah tahu kalau Tuhan menciptakanmu untuk menjadi jodohku. Tepatnya saat kita bertemu di kantor, aku merasa kau adalah calon pendamping hidupku. Terbukti, kita ketemu di California, dan setelah kita berpisah pun masih dipertemukan kembali di kota yang jelas-jelas jauh dari California. Apa namanya kalau bukan jodoh?” ceplos Marvel dengan ringannya, tanpa beban. Beby menoleh, menatap Marvel yang terlihat sangat gembira. “Gombalanmu bisa dikurangi sedikit?” “Loh loh... gombalan yang mana? Itu tadi bukan gombalan. Kenyataan.” “Marvel, berhenti bercanda. Kau sudah tahu sejak awal bahwa gadis yang akan dijodohkan denganmu adalah aku, kan? Itu sebabnya kau tid

