Beby masih duduk di warung makan usai menyantap rujak dengan lahap. Habis dua porsi. Warung itu meninggalkan kesan tersendiri dengan sosok Azka, sang mantan. Ia ingat pernah mempir di warung itu bersama dengan Azka. Entah apa yang membuatnya merasa nyaman dan betah bersantai di sana sampai menghabiskan waktu berjam-jam. Mungkin ia ingin menghibur diri dengan bernostalgia. Ia pun lupa sejak jam berapa ia mulai duduk dan sudah berapa lama pula ia duduk di sana. Jika ia mulai lapar, maka ia akan memesan rujak lagi. Dering ponsel menghentikan gerakan tangannya yang sedang asik menggeser-geser layar ponsel mengecek sosial media. Viola menelepon. Ini adalah telepon ke tiga dari Viola, sejak tadi beby mengabaikannya. Beby tahu, Viola pasti memintanya segera pulang. justru Beby sekaran

