“Sayang!” seru Siera, langsung menghambur ke pelukan Rayhan, lelaki itu memeluknya dengan mesra dan merapatkan tubuhnya. “Siera …,” desah Rayhan, meraup bibir merah itu dengan lembut. Siera tersenyum senang, dia membalas ciuman itu dengan penuh mesra. Untuk beberapa saat mereka pun berciuman dengan mesranya, dan perlahan semakin memanas. Rayhan memeluk erat tubuh ramping semampai itu, menghimpit kedua bukit kembar yang menyembul kenyal dari balik baju Siera yang berpotongan rendah itu. “Oh, Sayang, aku kangen!” desah Rayhan dengan nafas memburu, tangannya bergerak lembut membelai punggung lalu turun meremas b****g bulat itu dengan gemasnya. Siera pun sama terengahnya, gairahnya terpantik merasakan gundukan keras yang beradu dengan permukaan miliknya yang masih terhalang pakaian lengkap