Kegalauan Nadira-3

972 Kata

Nadira menarik napas panjang, lalu mematikan semua lampu. Ia melangkah ke tempat tidur, tapi pikirannya terus berputar. Tidur rasanya mustahil. Ia terjebak antara keinginan untuk hadir demi keluarga, dan keinginan untuk menghindar demi menjaga rahasia hatinya sendiri. Di ranjang, ia berbaring menatap langit - langit. Malam ini, ia berdoa dalam hati. "Ya Allah ... jangan biarkan aku jatuh lebih dalam. Tolong kuatkan aku. Aku hanya ingin jadi adik, jadi tante, jadi anak yang baik, dan bukan dengan perasaan yang salah ini." Air matanya menetes tanpa ia sadari. Nadira menutup mata, berharap kantuk segera datang. Tapi yang hadir justru bayangan Bian lagi, membuat dadanya berdegup keras, menyakitkan, sekaligus memalukan. Di ranjangnya yang dingin, Nadira menggulingkan tubuhnya ke kanan, lal

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN