"Iya, Pa," jawabnya pendek. Sebenarnya, Nadira ingin tetap di kamar. Tapi ia tahu, mengabaikan tamu yang akan pulang bukan hal sopan, apalagi di depan orang tuanya sendiri. Dengan langkah tenang, ia keluar dari kamar menuju ruang tamu, di mana Bian, papanya dan mamanya sudah berdiri dan hendak keluar, hanya menunggu dirinya muncul. "Kak Nad ... aku mau pamit pulang dulu," ucap Bian. Suaranya terdengar lembut tapi berjarak, seolah berusaha menjaga sikap di depan Papa Ary dan Mama Neni. Nadira mengangguk, menahan senyum kecil. "Oh iya, makasih udah mampir, ya, Bi." "Sama - sama, Kak." Tidak ada jejak yang menunjukkan ada orang yang sedang jatuh cinta satu sama lain. Di depan mata papa Ary dan mama Neni, keduanya malah tampak seperti ada jarak. Mereka pikir mungkin karena Bian adalah tu

