Rencana Perjodohan-2

720 Kata

Nadira menelan ludah. Ia ingin bilang bahwa ia bahagia dengan hidupnya sekarang, tapi kata - kata itu menggantung di tenggorokan. Apakah benar ia bahagia? Atau selama ini ia hanya terbiasa sendiri? Akhirnya ia berkata lirih, "Aku nggak tahu, Pa. Aku nggak bisa janji mau kenalan, tapi aku juga nggak mau bilang nggak." Papa Ary tersenyum mengerti. Ia menepuk punggung tangan putrinya lembut. "Itu jawaban yang jujur. Papa nggak minta lebih dari itu." Papa Ary berdiri. "Kalau Bagas datang minggu depan, coba diterima aja dulu... Setidaknya kalian kenalan. Kalau nggak jadi jodoh seenggaknya nambah temen kan?" "Harus banget ya nambah teman?" Papa Ary tertawa, anaknya sedang mode bercanda. "Paling nggak nanti pas acara nikahan Clarissa kamu nggak diledekin sama keluarga yang lain, siapa tahu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN