Rencana Perjodohan-3

862 Kata

Akhirnya, Bian mengetik pelan. Bian Oke, aku nyusul. --- Suasana mal sore itu ramai. Clarissa sudah menunggu di depan butik, mengenakan gaun kasual warna lilac dan membawa dua kantong belanja di tangannya. Senyumnya cerah seperti biasa, dan begitu melihat Bian datang, ia langsung menggandeng lengannya. "A'! Kamu kelihatan capek banget," katanya sambil mengerutkan kening. "Jetlag dikit," jawab Bian mencoba bercanda walaupun terdengar datar, tapi sukses membuat Clarissa tertawa. "Padahal perbedaan waktunya cuma satu jam," sahut Clarissa melanjutkan tawanya lagi. Bian ikut tersenyum tipis. Ia membiarkan Clarissa bercerita panjang lebar tentang pesta ulang tahun temannya dua minggu lagi, soal dress yang akan dipakainya, bahkan tentang meeting modeling yang katanya sangat melelahkan. Su

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN