Agus mengajak istrinya masuk ke dalam rumahnya, bergabung dengan semua yang sudah berkumpul di dalam. Bu Yati semakin tidak mengerti, semakin beliau ingin memisahkan anak lak-lakinya dengan Sinta, semakin kuat pula orang-oang penting yang melindunginya. Sekarang ayah dari Adena malah dahulu seseorang yang mengabdikan hidupnya pada Eyangnya Sinta. Yang mengangkat keluarga ayahnya Adena menjadi lebih baik dari kehidupan sebelumnya. “Bu, kesalahan istriku hanya tidak mau bicara dengan ibu, hanya itu. Sinta sudah tulus meminta maaf. Bu ... Agus mohon, jangan memaksa Agus menikahi wanita lain, Agus hanya mencintai Sinta, sampai kapanpun,” ucap Agus dengan berlutut di depan ibunya. “Apa dia sudah menjadi istri yang benar untuk kamu? Apa dia bisa mengurus kamu? Memasak, menyiapkan keperluan kam