Sinta masih tercenung memikirkan apa yang baru saja eyangnya katakan. Rasanya tidak percaya, kalau ayahnya Rangga yang menyebabkan ayahnya meninggal. Sinta masih belum bisa membendung tangisnya. Rasa menyesal yang semakin dalam kini Sinta rasakan lagi. Tidak di sangka, orang yang dulu sangat ia cintai ternyata orang yang menghancurkan hidupnya. “Sayang, sudah jangan menangis. Semua sudah ada balasannya sendiri. Kamu dan eyang orang yang baik. Allah tidak tidur, Allah memberikan kamu kebahagiaan dengan cara lain. Eyang sampai sekarang masih di beri kesehatan hingga akan memiliki cicit. Kamu sudah bahagia, Sayang. Allah tahu mana orang yang baik dan mana orang yang buruk,” ucap Agus dengan memeluk istrinya yang dari tadi masi menangis. “Mas, aku tidak percaya saja, Om Johan yang membunuh a