Sinta berjalan menuju teras rumah eyangnya. Dia melewati beberapa orang yang tidak ia kenali sama sekali. Entah sedang apa orang-orang tersebut, yang duduk berjajar di kursi yang ada di teras rumah. “Mas, ini ada apa sebenarnya?” tanya Sinta dengan cemas. “Mas juga tidak tahu, Sayang,” jawab Agus. “Kita masuk saja,” pungkasnya. Sinta masuk ke dalam rumah eyangnya, tapi sepi seperti tidak ada orang di dalam. Sinta menyusuri rumah eyangnya yang luas. Dia tahu eyangnya kalau menerima tamu pasti di pendopo belakang rumahnya. “Eyang.... eyang.... ini Sinta datang!” Sinta terus memanggil eyangnya, tapi tidak ada sahutan dari beliau. Sinta semakin yakin eyangnya ada di pendopo belakang rumahnya. Sinta melihat dari kejauhan, eyangnya sedang duduk di kursi kebesarannya. Di sana ada tiga orang