Agus sudah berada di rumah ibunya. Agus tidak mengerti apa yang ibunya mau, hingga beliau belum bisa menerima Sinta sebagai menantunya dan masih berharap Adena menjadi istrinya. “Agus minta maaf, Bu. Agus tidak bisa melepaskan Sinta. Agus lebih baik tidak dianggap anak ibu, daripada Agus harus menikah dengan alasan untuk membalas jasa ayahnya Adena yang dulu pernah menyelamatkan nyawa ayah. Maaf, Agus tidak bisa. Agus mencintai Sinta, sebelum ada perjodohan dari Eyang. Jadi ibu jangan menyamakan karena aku bisa membalas jasa eyangnya Sinta, jadi Agus juga harus membalas jasa ayahnya Adena,” ucap Agus. “Kamu lebih memilih menjadi anak durhaka daripada menuruti ibu, Gus?” ucap Bu Yati. “Agus lebih memilih menghargai pernikahan, bukan memilih menjadi anak durhaka. Ibu tahu sendiri, menikah