Pagi yang begitu dingin, membuat Sinta enggan bangun dari tempat tidurnya untuk melakukan shalat subuh bersama suaminya. Dari tadi Agus terus membangunkan Sinta agar bisa shalat berjamaah bersama. Sinta hanya mengeliatkan badannya, dan menaikan selimutnya lagi untuk menutupi tubuhnya. “Sayang, ayo bangun,” ucap Agus lirih di telinga Sinta. “Dingin...,” ucapnya dengan manja dan menampakan wajahnya sedikit dengan tatapan yang sayu pada Agus. “Kalau selesai shalat pasti dinginnya hilang, percaya sama mas, yuk bangun,” ucap Agus dengan mengecup kening Sinta. “Setengah jam lagi, ya?” pinta Sinta. “Oke, nanti aku bangunin kamu,” ucap Agus. Agus mengaji terlebih dahulu, sambil menunggu istrinya yang belum mau bangun. Agus duduk di sofa dan mengaji. Sinta melihat suaminya yang sedang mengaji