Agus berangkat dengan mobil sendiri. Dia bersama Pak Danu, sopir pribadinya, karena Pak Sam tidak memperbolehkan Agus mengendarai mobil sendiri. Mobil Agus melaju terlebih dahulu, dan disusul mobil Feri dengan papanya dan Ranti. Ranti tidak pernah melihat kakaknya sekahawatir ini dengan perempuan. Dia jadi tahu, kalau kakaknya sangat mencintai istrinya. Ranti tadinya tidak diperbolehkan Pakde Harjo ikut ke rumah Sinta bersama Feri. Dia menentang, meski tidak diperbolehkan untuk ikut. Ranti sudah merasa bersalah besar pada Sinta, karena dia yang sudah terang-terangan untuk menjodohkan Kakaknya dengan Adena. Apalagi setelah Rino mengatakan kalau Sinta bukan perempuan baik-baik, dia semakin tersulut emosinya, dan semakin ingin kakaknya menikahi Adena. “Kamu lihat, kan? Betapa besar cintany