Karena sejauh apapun engkau menggenggam, tak akan pernah termiliki ia yang tak Tuhan tuliskan namanya dalam buku kehidupan. "Sayang…" Ariana membelai lembut kepala Arsa. Wanita itu menemukan Arsa terlelap di atas sofa sembari menutup wajahnya dengan tangan. Entah apa yang Abang dan suaminya diskusikan hingga Arsa ketiduran. "Pah… Bangun yuk. Sakit badannya kalau tidur disini. Pindah kamar aja ya.." pinta Ariana masih setia mencoba membangunkan sang suami. "Ariana.." bisik Arsa. Perlahan kedua kelopak laki-laki itu terbuka. Senyum segaris tampak selagi tangannya terangkat demi membelai salah satu pipi Ariana. Istrinya nyata, sedang sosok semalam adalah masa lalu yang memang seharusnya menghilang. "Kenapa tidur di sini?!" "Ketiduran. Abang semalem balik ke rumah ayah. Aku ditingg

