Tepuk tangan menggema memenuhi aula Darmawan Hospital. Rumah sakit bertaraf internasional itu kini resmi dipegang oleh Prakarsa Darmawan- Putra Kedua dari Farhan, penerus pertama keluarga tersebut. Ucapan selamat mengalir. Para kolega jelas mengetahui sepak terjang Arsa dibidang kesehatan. Mereka berharap Arsa dapat sehebat ayahnya. Satu kali kegagalan tak membuat mereka yang mengenal Arsa menutup mata. “Pasti berat ya.. Belum lama pulih dari kecelakaan kemarin, sudah harus gantiin Pak Farhan saja ini Pak Arsa..” Mulut-mulut nyinyir tentu tak bisa Arsa lenyapkan. Mereka akan terus ada disetiap jengkal langkahnya. Arsa tidak mempermasalahkan hal tersebut. Mereka berhak memberi penilaian dan suatu saat Arsa dapat mematahkan statement mereka hari ini. “Pria muda ini anak yang hebat!”

