165

1007 Kata

Merindu adalah hal paling menyakitkan, terlebih ketika sosok penawar nyatanya tak lagi bisa tersentuh tangan. Sadewo sekarat. Jiwanya mati karena sang istri tak mampu ia raih. Seumur hidupnya Sadewo tak pernah merasa kesepian. Ketika pintu rumah terbuka sang mama akan menyambutnya, menanyakan rutinitas seolah ia masih perjaka anyaran. Di saat seluruh raga lelah memikirkan semua ambisi, istrinya akan melebarkan tangan memeluk sembari mengatakan bahwa ia telah melakukan hal hebat. Kini semua itu sirna. Tidak ada dua sosok yang selalu menjadi alasan Sadewo untuk pulang. Mereka pergi meninggalkan dirinya. "Mas sudah pulang?" "Hem.." sembilu menyayat relung hati terdalam Sadewo. Bukan wanita ini yang ia inginkan. Dia hanyalah persinggahan, tempat sementara yang tak pernah ia harapkan menj

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN