Arsa membawa Sadewa pada salah satu rumah yang ingin dirinya beli. Tenang.. Ia tidak akan memulai peperangan dengan sang ayah. Siang ini pria itu ingin membahas pekerjaan. Memulai usaha baru bersama papa mertuanya. Tingginya minat pasar luar pada dunia mebel Indonesia membuat Arsa ingin bergelut di sana. Tentu saja hal tersebut bukan hal baru. Darmawan dan Maesaty turut meramaikan persaingan tersebut. Selain jasa angkut batubara, mereka memiliki sektor bisnis lain seperti properti. “Kamu yakin Ar? Papa rasa ini bukan ide yang baik.” “Menurut Papa begitu?” Kepala Sadewa mengangguk. “Kita kalah waktu memulai Ar. Disaat keluarga besar kamu sudah memiliki sektor ini, kita bahkan baru mau mencoba.” Ujar Sadewa. “Papa hargai niat baik kamu. Papa tahu kamu melakukan semua ini demi demi Papa,

