167

1107 Kata

“Ariana.. Kamu seneng banget ya?” Ariana mengangguk. Ia menengok, menatap kakak ipar supernya yang masih ingin menyetir tanpa seorang supir. “Seneng banget Kak. Harusnya ini masuk ke dalam kategori pelanggaran berat lagi kan?! Emosi dia mengkhawatirkan. Pasien lain bisa aja jadi korban.” Ucapan Ariana memang tidak salah. Kemungkinan terjadinya cukup besar melihat betapa ekstrimnya perubahan suasana Karina Kata. Dira bahkan mendengar tawa masih menggema sebelum gencatan senjata Ariana layangkan. “Sepertinya Dokter Karina harus menjalani pemeriksaan. Nanti Kakak akan minta seseorang melakukan observasi perilakunya di rumah sakit.” “Jangan lupa hukuman karena melakukan penyerangan Kak! Kali ini harus lebih berat.” Dira tahu ini lah yang adik iparnya inginkan. Sebuah hukuman untuk Karina K

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN