Pulang ke rumah- lebih tepatnya kamar, daerah teritorinya disambut oleh Ariana dan Isyana merupakan kebahagiaan tersendiri bagi Arsa. Di lantai bawah Bunda dan Mama Mertuanya menjadi orang pertama dengan senyum menawan yang ia jumpai. Rasanya sangat menyenangkan. Arsa suka berkumpul dengan satu keluarga besar seperti sekarang ini. “Sore Cinta-Cintanya Papaa..” sapa Arsa sembari mengangkat kotak pizza dari restoran kakaknya. “Papa bawa makanan loh.” Sorak sorai langsung saja menggema. Isyana adalah peserta terantusias. Ia berlari menghampiri Arsa dengan yel-yel andalan. “Yeyeye.. Papa bawa jajan..” Pintu kamar mandi terbuka. Arsa kini tak akan tersentak apalagi memekik alay karena menemukan Jackson berdiri diujung sana sembari menampakkan gigi-giginya. ‘Papa Jack nginep.. Yee...’ “Papa

