Ariana menggandeng turun Jackson dan Isyana bersamaan. Ia sudah mirip bapak rumah tangga karena keabsenan istrinya pagi ini. Wanita itu bahkan tak terusik dengan tawa canda yang memekakan telinga. Memilih tertidur lelap alih-alih membantunya menyiapkan keperluan para bocah. “Papa.. Mama sakit ya?” “No! Beautiful! Mama ngambek. Iya kan Pa?!” satu anggukan Arsa berikan. Semakin lama Jackson memang mulai mengerti tingkah laku keluarga Arsa. Anak itu adalah pengamat yang handal. Arsa tidak meragukan kemampuan pria kecil itu. Ia sendiri telah menemukan kelebihan Jackson ketika Ariana pendarahan beberapa bulan lalu. “Hem.. Mama ngambekan.” Gerutu Isyana membuat Arsa terkekeh. “Pagi Ma.. Bunda masih di dapur ya?” Arsa menyapa Maya. Setiap pagi Mama dan Bundanya akan bangun pagi. Berkutat deng

