170

1157 Kata

Ariana menyunggingkan senyum terindah. Ia menepuk-nepuk pundak Arsa. “Aku janji!” ujarnya mencoba meyakinkan Arsa jika ia tak akan berdusta pada suaminya itu. Percuma saja! Harapan untuk membelai istrinya nanti malam pasti akan pupus, mengingat betapa gilanya Karina Kata. Arsa hanya bisa berdoa jika Tuhan membuat wanita itu sibuk dengan nyawa manusia dan juga buta walau sesaat. Arsa heran. Dulu ketika mendiang Sofia ada, Karina bahkan tak pernah menunjukan ketertarikannya. Mengesalkan.. “Wleek..” "Ariana.. Jangan buat Arsa tertekan lagi. Kasihan menantu Papa.." hardik Sadewa. Ekspresi Ariana setelahnya benar-benar semakin menguji akal sehat Arsa. Pria itu telah gila. Hanya karena juluran lidah, Arsa menarik tangan Ariana lalu mendaratkan ciuman dibibir istrinya. Melupakan keberadaan me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN