100

1087 Kata

"Hahahaha…" tawa Arsa menggelegar ketika Fadli datang membawa kabar dan cerita kelakuan Dipta. Abangnya itu tak hanya menurunkan pasukan demi mengusir keluarga gelap Sadewo, tapi juga istri, anak serta para sahabatnya. Andai ia ada di sana, keadaan pasti tidak akan semenyenangkan saat ia mendengarkan cerita Fadli. "Kamu pasti speechless ya, Fad?!" kekeh Arsa sembari membayangkan bagaimana respon Fadli melihat kelakuan keluarga inti saudaranya. "Saya kaget sekaligus gemetaran, Pak. Apalagi lihat Bu Dira. Sudah seperti preman." "Makanya Abang saya nggak berani macem-macem. Istrinya yang pegang kendali. Jadi semua sudah clear ya?!" tanya Arsa yang dibalas anggukkan kepala oleh Fadli. "Bagus.. Selanjutnya kamu bisa ajukan proposal pada perusahaan untuk menjadikan bekas rumah itu sebagai gu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN