Tangis terdengar dari bibir Ariana. Wanita itu bahkan terisak- tak menyangka jika dirinya akan mendapatkan suami sebaik Arsa. Dulu ketika ia masih kecil, pangeran berkuda putih menjadi sosok laki-laki hebat yang menjadi fantasinya. Ia berharap dijadikan putri kerajaan hingga insiden pada pertunangan Sofia menghancurkan semua mimpinya. Ariana menutup wajahnya. Air mata masih menetes deras mengingat kisah dramatis yang ia jalani. Hamil, diusir, lalu harus bertahan hidup hingga membesarkan putrinya seorang diri. Perjuangan itu berakhir sejak ia bertemu dengan pria berjas putih di parkiran tempatnya bekerja. Siapa sangka jika dokter yang ia bantu merupakan anak dari pemilik rumah sakit sekaligus ayah Isyana. “Hei.. Sayang.” Arsa bangkit. Ia berlutut dibawah kaki Ariana. “Sayang.. Kok malah n

