Arsa tak akan membiarkan Jackson lepas dengan mudah. Setelah mengajak anak gadis orang lain jalan tanpa permisi, pemuda itu harus diajarkan apa itu arti sopan santun. Bagaimana bisa mereka mampir ke suatu tempat sedang seharusnya keduanya langsung pulang. Tidak punya aturan! Arsa tak bisa mempercayakan putrinya yang cantik pada pemuda indisiplin seperti Jackson. “Jackson.. Kamu tahu kenapa saya panggil ke ruang kerja?” Si kecil sembari membenarkan posisi duduknya menggelengkan kepala, “no Om Mertua. Why?” tanya anak itu balik membuat gigi-gigi Arsa bergemeletuk karena menahan geram. "Kamu membawa Isyana pergi makan tanpa pamit pada saya, Jackson." Jelas Arsa. Memang hal tersebut poin utama dari kemarahan Arsa. Sebagai seorang ayah ia merasa keberadaanya tidak dihargai oleh Jackson.

