Ariana menggigit bibir. Ia melirik Arsa yang kini duduk di sofa kamar mereka. Di atas ranjang, Ariana tak tahu harus melakukan apa setelah melayangkan tabokan maut dibibir suaminya. Ia reflek karena Arsa mengumpat di depan anak-anak. Sebagai ibu tentu itu hal yang wajar tapi Arsa bereaksi sangat keras. "Mich.. Tolong ke rumah Om ya. Bujukin Isyana biar mau nginep di rumah kalian. Ada penyamun mau culik Isyana." Salah satu sudut bibir atas Ariana terangkat. Wanita itu menggelengkan kepala dengan sebutan yang Arsa berikan pada si kecil Jackson. "Om nggak bisa menahannya Mich.." 'Kenapa??', tanya Ariana dalam hati ketika mendengar Arsa tak bisa melarang Jackson untuk membawa putri mereka. Ariana bangkit. Ia mendekati Arsa tak peduli jika laki-laki itu akan berdrama setelah kekerasan

