"Huwaaa… Daddy!!!" Mata Arsa membulat. Jackson menangis sembari berteriak memanggil daddy-nya. Mendadak Arsa menjadi panik sendiri melihat keadaan tak baik Jackson. Ia berlari secepat mungkin untuk mengejar mobil Michell. "Arrg!!" Geram Arsa karena mobil keponakannya baru saja keluar dan berganti dengan milik sang ayah yang memasuki pekarangan rumah mereka. Arsa tak mungkin beranjak. Ayahnya pasti sudah melihat keberadaannya di teras. Laki-laki itu bertahan ditempatnya berdiri saat ini. Menunggu sang ayah keluar dari mobil. "Adek.." sapa Farhan Darmawan pada putra keduanya. "Ngapain malem-malem di luar?!" tanya Farhan. Waktu mereka bertemu sangat jarang dikarenakan putranya yang tak lagi menjadi dokter di rumah sakitnya. "Adek habis antar Isya, Yah." "Oh.. Pergi sama Mich tadi ya

